My Inspiration ...

My Inspiration ...

4/23/2009

Kolam Hias Koi

Perlu diperhatikan pada saat membuat kolam, apakah kolam tersebut hanya akan menjadi kolam hias dengan display tanaman air, atau akan dijadikan tempat habitat ikan-ikan dan berkembag biak. karena apabila tujuan kedua yg diinginkan banyak sekali faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan , misalnya kedalaman dan ;luas kolam, sirkulasi air, oksigen dlm air untuk ikan, filterisasi, kualitas air dan daerah sekitar kolam.
mengapa demikian??
karena, ada beberapa jenis ikan tertentu yang sangat riskan apabila air kolam dalam keadaan kotor, ataupun ikan kurang berkembang dengan baik apabila kolam kurang dalam/luas, ataupun sirkulasi dan oksigen yang kurang baik akan membuat ikan stres bahkan mati.

Apabila kolam untuk ikan koi, lebih banyak lagi yang harus diperhatikan, sebelum merencanakan kolam hias ikan koi ada baiknya dikonsultasikan dahulu pada peternak ikan koi dan orang yang lebih ahli, ataupun banyak membaca buku tentang memelihara ikan koi. Sanagat penting untuk menentukan desain kolam tersebut nantinya. apabila ikan2 ini menjadi faktor utama, desain kolam dan pendukungnya harus bisa menyesuaikan faktor penting tersebut di atas.

Seperti misalnya contoh kolam berikut ini, dikarenakan pemiliknya memang menyenangi ikan koi, sbenrnya tujuan awalnya mmg tempat hidup koi, bentuk dan desain sangatlah tidak dipentingkan, apalagi nilai estetis, bahkan diabaikan.
yang penting kedalaman harus >1meter, lebar3-4meter, lahan yang ada benar2 dimaksimalkan, kolam yang luas itulah yang jadi keinginan pemiliknya.
Nah, utnuk mewujudkannya memang tidak mudah, dengan memaksimalkan lahan, kolam akan berkesan kurang bernilai estetis, karena sesuai lahan bentuknya hanya persegi panjang saja, tidak ada nilai seni nya. Akhirnya setelah dikompromikan, bentuk kolam memang megikuti lahan, nilai estetis siambil dari water wall yang dibuat agak variatif, deengan pemilihan material batu andesit napolie dan batu acak yang mempunyai nilai seni tinggi.
Sehingga kolam tidak hanya bernil;ai fungsional, tapi jg nilai estetis terpenuhi.
Keputusan yang sanagat tepat apabila pemiliknya berkonsultasi dengan Landscaper, sehingga nilai fungsional dan diimbangi dengan nilai estetis.
Dengan demikian kolam tidak hanya terlihat spt tempat untuk ikan tapi juga enak dilihat...


Kendala yang ditemukan antara lain :
- posisi kolam yang terletak diatara 2rumah yang berbeda, sbg penyambung 2rumah
- posisi pondasi yang melintasi kolam tidak dapat dibuang sehingga masuk ke dalam desain kolam
- kedalaman kolam yang mencapai >1meter sehingga banyak menemukan titik2 mata air
- ketinggian permukaan tanah kedua rumah selisih 70cm
- water wall berbentuk berbelok2 sehingga kekuatan pompa sangat diperhitungkan, sehingga jatuhnya air merata

@ Kolam hias kediaman Bp Tony Widjaja, Pesona Florida Kota Wisata Cibubur

3/01/2009

AKSESORIS TAMAN




Selaras dan Harmonis
Elemen pendukung atau aksesoris taman yang umum disukai orang antara lain ; lampu taman, batu-batuan, pot, bangku taman, gazebo dan pergola.
Kesemua elemen tersebut akan lebih cantik dan selaras dengan taman apabila dirancang dengan cermat. Disebut sebagai elemen pendukung karena memang keberadaannya mendukung tanaman yang sudah ada. Jadi, elemen pendukung ini harus serasi dan selaras dengan konsep tamannya itu sendiri. Jangan berdiri sendiri-sendiri, misalnya taman bergaya minimalis menghadirkan lampu taman bergaya bali dan patung bergaya eropa. Sebaiknya elemen pendukung direncanakan bersamaan pada saat mendesain taman tersebut, jadi disesuaikan konsep dasarnya. Sehingga kesan selaras dan harmonis dapat terlihat.
Lampu taman yang sesuai dengan taman bergaya eksotis Bali akan serasi dan selaras dengan model lampu taman berbentuk gazebo kecil dengan material batu ataupun kayu, dan atap dari sapu ijuk. “Banyak sekali ragam jenis lampu taman, dan juga ukurannya, silakan saja pilih yang sesuai dengan gaya taman yang ada di rumah,” demikian menurut Minto, pemilik kios batu yang juga menjual aksesoris taman di kawasan Kranggan.
Begitu pula dengan elemen batu, sekarang ini banyak sekali jenis batu yang juga digunakan sebagai elemen estetika taman, bahkan dapat dijadikan sebagai elemen utama dan focal point taman tersebut. Seperti misalnya taman bergaya minimalis yang akan terlihat harmonis dengan adanya kolam berdesain minimalis,dengan material batu alam candi ataupun andesit. Bahkan air mancur minimalis terbuat dari batu alam yang sudah jadi pun sudah banyak dijual, simple dan tidak memakan tempat.
Selain pemilihan model desain dan material yang harus selaras dengan konsep taman, letaknya pun harus juga diperhatikan. Jangan sampai keberadaannya tidak ‘nyambung’ dengan taman. Apabila taman rumah Anda bergaya minimalis, pemilihan tanaman minimalis seperti misalnya kamboja dan Agave, akan terlihat serasi apabila terdapat 3 buah batu koral besar yang tersusun rapi di bawah pohon kamboja, bersanding dengan agave, ditambah lagi dengan tehnik pencahayaan dari lampu sorot bergaya minimalis yang akan menambah kesan dramatis, keseluruhan elemen tadi akan terlihat saling mendukung dan harmonis.

Jenis dan Harga
Setelah memilih desain taman, kita bisa mulai mencari elemen pendukungnya. Yang paling penting harus serasi, selaras dan harmonis. Jadi, jangan ‘melenceng’ jauh dari konsep taman pada awalnya. Kalau taman kita gaya Bali, mulailah hunting lampu-lampu taman bergaya Bali, ataupun lampu tempel berbahan batu paras Jogja, batu-batu koral besar yang berkesan alami dan ornamen patung dan relief berdesain binatang ataupun bunga kamboja, sehingga akan mempertegas nilai Bali-nya.
Lampu taman jenis Bali biasanya dijual dengan harga Rp 100.000/unit, lampu tempel yang terbuat dari batu paras jogja harga nya bisa mencapai Rp300.000/unit sesuai dengan desain dan ukuran. Lampu sorot gaya minimalis dijual seharga Rp50.000 s/d Rp300.000/unit, terutama untuk jenis yang tahan air dapat diletakan di dalam kolam hias. Ornamen patung dan relief khas taman gaya Bali biasanya harganya berkisar antara Rp 50.000 s/d Rp 300.000, tergantung desain dan ukuran. Pot tanaman yang terbuat dari tanah liat dijual dengan harga Rp 30.000 bahkan sampai Rp 300.000 apabila desainnya dianggap sedang tren.
Bangku taman pun sangat beragam jenis dan desainnya, untuk jenis standar terbuat dari besi tempah dan kayu dengan ukuran 1 M, seharga Rp 200.000, bahkan ada yang seharga sampai 1juta-an. Biasanya material bangku taman dipilih yang tahan cuaca, panas matahari dan hujan.
Batu alam sekarang ini jenisnya sudah sangat bervariasi. “ Paling mahal masih jenis Andesit, karena punya nilai plus,”menurut Minto pemilik kios batu alam di daerah Kranggan.”Andesit lebih awet dan kuat, kesan alaminya lebih keliatan dibandingkan batu candi. Lebih mahal, tapi banyak diminati.” Perbedaan harga pun terlihat sedikit drastis, batu alam candi ukuran 40cm x 20m seharga Rp 80.000/M2, sedangkan batu Andesit dengan ukuran yang sama dihargai Rp150.000/M2. Batu Andesit ini pun bermacam2 jenisnya. Batu jenis lainnya yang sering digunakan pada desain taman adalah batu koral dengan berbagai ukuran. Harga berkisar antara Rp 30.000/kantong s/d batu koral ukuran besar seharga Rp 10.000/buah.

Silakan hunting terlebih dahulu jenis aksesoris taman yang sesuai dengan tema taman Anda. Jangan sampai elemen pendukung taman malah akan menjadi elemen perusak taman. Karena selain nilai estetis, ada baiknya juga elemen pendukung harus bernilai fungsional. Dengan demikian taman akan memberikan fungsi yang maksimal bagi penghuni atau siapapun yang ingin menikmatinya

Tips:
- Hunting aksesoris taman sebaiknya dilakukan pada saat taman dalam proses pelaksanaan, jadi bisa segera dipasang tanpa harus membongkar tanah ataupun merusak soft-material yang sudah tertanam.
- Selain unsur desain, material dan peletakan, unsur ukuran pun sangat penting. Taman yang sempit jangan sampai diberi ornamen yang besar-besar sehingga akan menambah ‘sumpek’.
- Cahaya, air dan aroma adalah 3 elemen penting yang dapat menambah pesona taman.
- Referensi dari buku tentang taman dan konsultasi dengan Ahli Taman (Landscaper) akan sangat membantu untuk menciptakan keserasian dan keharmonisan antara tanaman dan aksesoris pendukungnya.

Indahnya BUnga Merambat

Maunya sih taman rumah kita ditanami tanaman indah berbunga, hmmm pastinya indah dipandang mata. Tapi, terkadang lahan yang tersedia tidak mencukupi, dan ada kekhawatiran kalau jenis tanaman berbunga akan sulit perawatannya. Nah, ada alternatif lain nih, menanam tanaman bunga tapi tidak perlu lahan khusus, bahkan hanya di pot saja ataupun merambat di tembok belakang rumah. Yuk kita lihat tanaman rambat yang berbunga yang mudah perawatannya.

Bunga Indah
Tanaman merambat memanjat dengan bantuan akar lekat, dan sulur serta membelitkan batangnya. Biasanya orang hanya mengenal sirih gading saja kalau memilih jenis tanaman rambat. Memang bagus daunnya, tapi lebih bagus lagi kalau daun bagus ada bunganya pula??
Jenisnya banyak, saat ini bukan pula hanya Allamanda berbunga kuning, ada mandevilla, thunbergia, Passiflora,dan banyak lagi. Ada yang berbunga putih, pink, ungu dan merah. Bentuk bunganya pun indah dan unik. Jadi selain daunnya bisa merambat menutupi tembok ataupun pergola, bunganya muncul dimana2, bentuk bunga sangat bervariasi, dan warna bunga nya sangat indah warna-warni. Tanaman rambat berbunga sudah merupakan taman tersendiri bagi rumah Anda.
Kalau menyukai warna ungu, morning glory, clitoria, thunbergia dan passiflora pilihannya. Dan kalau menyukai warna pink atau merah, sudah pasti mandevilla dan thunbergia pilihan terbaik. Jadi, pilihan bisa jatuh pada warna bunganya, kalau fungsinya jelas sama, yaitu ‘memperhalus’ elemen-elemen keras dalam taman, seperti pergola, gazebo, pintu gerbang dan pagar. Pada pergola, dapat berfungsi sebagai peneduh dan mempercantik pergola. Dapat pula berfungsi menutup tembok belakang rumah yang ‘membosankan’ dan juga sebagai tanaman pelindung atau screen dari debu. Sedangkan hampir semua jenis tanaman ini sama-sama menyukai panas, jadi jangan khawatir dalam penempatannya, cuaca tropis negara kita ini memang sangat cocok.


Mudah Perawatan
Untuk penanamannya pun mudah saja, bisa langsung di tanah maupun di pot. Tempatkan pada posisi ujung-ujung atau bagian tengah area yang akan dirambati, misalnya sudt-sudut pergola, sehingga tanaman ini aakan dengan sendirinya merambat melalui tiang-tiang pergola. Apabila tidak cukup lahan pada tiang, maka harus ditanam di pot. Medianya tanah kompos, sekam bakar dan pakis, bisa dibantu dengan kawat penyangga khusus tanaman rambat menuju ke tiang pergola, sehingga pertumbuhan akan lebih teratur sesuai keinginan.
Selain merambat pada tempat yang sudah ada, bisa juga kita mencoba berkreasi sendiri dengan membuat penyangga yang dibentuk sesuai dengan keinginan. Bisa menggunakan potongan bambu hingga kawat yang dibentuk sedemikian rupa. Selain itu juga bisa menggunakan tali-temali yang tentunya didesain dengan menarik. Kreasi bentuk penyangga bisa sesuai keinginan, misalnya saja bentuk binatang, atau payung-payungan. Tidak semua tanaman bisa seperti ini kan, itulah kelebihannya tanaman rambat, dapat dibentuk sesuai dengan media rambatnya. Silakan berkreasi …
Perawatan nya sederhana saja, tidak seperti tanaman hias berbunga pada umumnya, penyiraman cukup sekali sehari, menyenangi sinar matahari penuh, pupuk kompos/kandang 4-6 bulan sekali, pemangkasan apabila diperlukan.
Tanaman ini akan terus berbunga, walaupun memang akan terasa lama sekali menunggu hingga akhirnya memenuhi atap pergola ataupun menutup padat tembok belakang rumah, tapi penantian Anda tidak akan sia-sia karena hasilnya akan luar biasa mempesona.


Tips :
- Bunga akan selalu tumbuh apabila kena sinar matahari yang cukup.
- Perbanyakan : stek batang, biji, cangkok,layering ,
- Fungsi: peneduh, filter, penutup tembok, nilai estetis, memperhalus kakunya tembok/pilar, screen.
- Agar tanaman rambat dapat tumbuh merambat dengan baik, media nya harus sering diganti dan pot dapat dipilih dgn yang lebih besar.
- Memerlukan penyiraman yang cukup banyak, 1-2 kali sehari, untuk menjaga kelembaban media tetapi tidak sampai basah.

http://tabloidnova.com/

PENANAMAN RUMPUT


Keindahan sebuah taman sanggat tergantung pada rumputnya, walaupun tanamannya keren dan mahal, tapi rumput nya kering atau berlumut, yaaah hilang sudah nilai keindahannya.

sebaliknya apabila taman walaupun hanya ditanami rumput tanpa harus dengan tanaman yang banyak dan macam2, tetap akan terlihat sejuk dan indah, karena rumput sangat mendominasi sebuah taman, apalagi tamah seluas 180 meter2...

Lahan halaman depan rumah seluas 180 m2, dengan bentuk lahan setengah lingkaran dan posisinya naik 1meter dari jalan raya.

Rumah baru kediaman Bpk Toni di Kota Wisata ini berkonsep minimalis modern, dan baru saja selesai dibangun, jadi kondisinya dengan lahan baru dan tanah urugan setinggi 1 meter. Jenis rumput yang dipilih : rumput gajah mini .
kontur tanah sesuai request dan kondisi lahan, datar pada bagian tengah taman, aga turun pada pinggiran lahan dgn kemiringan 45'.

Lahan yang datar pun tidak dibuat flat banget karena harus ada kemiringan untuk mempermudah aliran air hujan, sehingga tidak menggenang air dibagian tengah lahan.













Tahap awal pengerjaan :

* Pembersihan Lahan dari rumput liar, puing dan gulma
* Pengurugan tanah dengan cara bertahap hingga mencapai 1meter dari permukaan
* pemberian pupuk, pananaman rumput dengan dipecah-pecah kecil, dgn jarak tanam 3cm
* Rumput dipukul2 dengan menggunakan balok kayu agar akarnya tertanam kuat dlm tanah
* Penyiraman 2-3kali sehari setelah penanaman
* Pemupukan dengan NPK sebulan setelah penanaman

2/22/2009

Renovasi Kolam

Kalau pembuatan kolam tidak dibuat matang pada awalnya, yah begini ini ujung2nya, ga sesuai keinginan lah, ga enak diliat lah, jadinya pengennya dibongkar lagi deeeh :(

Kebetulan yang bikin dulu adalah tukang renovasi, bukan khusus tukang kolam atau taman... jadii, hasilnya memang kuat, tapi secara estetis terlihat kurang ...

"ga enak diliat" menurut pemiliknya, Ibu Paula Widjaja di rumah tinggalnya di Kota Wisata Cibubur.
"pusing liatnya, terlalu kaku, kurang bagus diliatnya..."

padahal sebetulnya pd wkt dibuat beliau juga turut memantau, tapi ternyata belakangan setelah jadi bbrp bulan beliau baru ngeh kalau kolamnya 'ga enak diliat'.


skrg setelah ketemu Saya, beliau meminta kolamnya diperbaiki sedikiiit aja, waterwall nya minta di rumah, kolam ditambah... ok, saya gambar.. tapiii ternyata sebelum terlaksana, ada perubahan lagi...

rombak total, ini request nya ;

- kolam diperkecil, semula ukuran 2m x 2m, jadi 1,5m x 2m

- dinding waterfall di ganti jadi pancuran aja karena berisik

- dinding diganti menjadi batu acak, semula batu candi

- bak pancuran batu alam sukabumi warna crem

- parit model L di pinggiran kolam,

- teras menjadi lebih luas


Untuk perubahan-perubahan tersebut, otomatis kolam lama harus dibongkar total, dinding dibuang, kolam diurug sebagian, digali untuk kolam parit pada pinggiran teras, bak pancuran menempel pada dinding batu acak.
Pengerjaan dimulai dengan ;
1. Pembongkaran dinding waterfall, bak filter.

2. Pengurugan kolam sebagian dengan menggunakan puing2 bekas bongkaran

3. Menggali parit yang mengelilingi kolam sedalam 40 cm

4. Membuat bak untuk penampungan dan pancuran ukuran keliling 3m, kedalaman 50cm, lebar 25cm

5. Pemasangan batu acak pada dinding

6. Bentuk ulang kolam, yang semula kotak menjadi persegi panjang

7. Bak pancuran dipasangi batu sukabumi dan 3 titik pancuran

8. Pemsangan pipa untuk ke pompa, bak filter dan bak pancuran
9. Batu dicoating natural
10. Kolam dicat aqua proof

11. Tes air dan tes pompa

12. final touch, rapi sana sini dan bersih2


Hasilnya kolam dalam lahan kecil ukuran 2,5m x 3m yang semula ga enak diliat, sekarang direnovasi total menjadi sesuai dengan permintaan owner.

12/16/2008

Kolam hias sesuai impian ...

Kolam hias minimalis di rumah model eropa, sah2 aja koq ;)


Pada dasarnya pemilik rumah memang sangat menyukai model minimalis, menurut Ibu Rut Tantrisusanty dan Bapak Marcus Pribi Setyo Nugroho, pemilik rumah di pesona Sanfrancisco Kota wisata cibubur ini, rumah yang mrk incar pada awalnya adalah model terbaru desain minimalis,tapi ternyata yang tersisa yang mrk tempati sekarang ini, desain eropa.

Tapi menurut saya, desain eropa jauuh lebih homy dan estetis dibanding minimalis, yah kembali lagi ke selera siih ;)

anyway, karena selera tadi, sang penghuni menginginkan kolam hiasnya ini model minimalis, walaupun tdk nyambung dgn arsitektur rumah tapi menurut mereka lagi, toh kolamnya di belakang rumah, tidak terlihat dari depan apalagi merusak pemandangan rumah dr depan,yg menikmati pun hanya kami penghuni, so..boleh2 saja kaaan?!?!?!

Karena kebetulan Bpk dan Ibu Marcus telah jatuh cinta dengan desain salah satu foto kolam hias yang ada di majalah Desain& Arsitektur (saya lupa judul bukunya..) , jadii yang disampaikan pada saya adalah foto kolam tersebut apa adanya di buku tanpa diubah satu pun, yang berbeda penggunaan material dan sedikit detailnya saja seperti misalnya warna dinding dan ornamennya, selebihnya 99% pure copy from the picture..

Terus terang, gampang2 susah yaah...
gampangnya memang kita tidak perlu lagi cari alternatif desain, saya juga tidak perlu menggambar desain nya lagi,hanya copy dari foto saja. Tapii masalahnya, dalam foto tersebut tidak ada gbr detail, hanya foto dari jarak agak jauh,tidak terlihat jelas pula keadaan detail yg sebenarnya karena hanya tampak depan bukan 3dimensi.

Tapi untungnya pemilik rumah sangat cooperative, bisa diajak diskusi dan dgn jelas menyampaikan ide&keinginan2nya sehingga modifikasi desain dari buku plus keinginan pemilik bisa diharmonisasikan. Jadi tidak 'plek' nyontek buku, tapi lebih disesuaikan dgn bentuk dan ukuran lahan.
Hasilnya, not baad.... harmonisasi ukuran dan proporsionalnya sangat serasi ;)
Kolam dapat seimbang dengan ukuran lahan yang hanya 3m x 2,5 m, lebar tinggi nya proporsional, bahkan apabila di foto terlihatnya kolam terlalu kecil, sedangkan hasil modifikasi ini kolam terlihat 'pas' sekali dgn lahan. hmmm.....

Apalagi setelah ditambahkannya tanaman air pada sisi2 kolam, pot2 minimalis, hamparan batu koral, dan ornamen relief pada 2 sisi dinding, serta ikan kecil berwarna orange, sejuuuk sekali terlihat di mata...Perlu saya akui, pemilik rumah memang mempunyai 'taste' yang cukup tinggi dalam hal desain ... ;)

Kolam hias impian pasangan muda yang telah dikaruniai 2 anak lelaki ini, terlihat harmonis dan cozy, dapat dinikmati sambil menonton tv di ruang keluarga.
Biaya yang dikeluarkan pun tidak terlalu mahal, untuk ukuran kolam hias seluas 9 M2, budget tidak lebih dari 10juta, relatif murah kaan ??
Yang terpenting adalah, desain kolam sesuai dengan keinginan penghuni, keberadaannya harmonis dgn desain rumah, dapat dinikmati oleh penghuninya , secara estetis dan fungsional..
kolam hias kediaman Bpk/Ibu marcus Nugroho

Pesona Sanfrancisco , Kota Wisata Cibubur
BOSYA LANDSCAPING

11/26/2008

Begonia, si CAntik dan Eksotik


Tanaman hias dari keluarga Begoniaceae ini diperkirakan terdiri dari 1500 jenis yang tersebar di seluruh dunia. Begonia spesies ini dibagi dua, Begonia Alam dan Begonia Eksotik. Begonia alam penampilannya ‘biasa-biasa saja’, kurang menarik dan hidup liar. Sedangkan Begonia eksotik mempunyai berbagai bentuk yang unik, warna dan corak yang beragam, ukuran daun dan bunganya pun sangat bervariasi. Kebanyakan berasal dari luar negeri. Jenis inilah yang lebih dikenal sebagai tanaman hias yang diramalkan akan menjadi salah satu trend masa depan.
Tidak salah memang kalau tanaman hias yang satu ini dianggap cantik dan eksotik, lihat saja jenis Begonia Acetosa, daunnya indah berwarna hijau dan sisi lainnya berwarna merah menyala, teksturnya lembut seperti beludru, adapula yang keriting dan mengkerut. Siapa yang tidak akan terpikat? Anda ingin mengenal lebih jauh si cantik eksotik ini ?


Tanaman Hias Trend Masa Depan dengan Perawatan Yang Mudah
Kalau dilihat dari bentuk daunnya memang sangat unik, sehingga dia tidak bisa hanya dikategorikan tanaman biasa. Bentuk daunnya oval dengan serat yang tegas, struktur daun dan batangnya ditumbuhi rambut-rambut halus sudah merupakan cirri khas yang tidak biasa, belum lagi warnanya yang tidak seperti daun pada umumnya, teksturnya pun istimewa. Jadi, tanaman hias ini memang ‘Luar biasa’ apabila dilihat dari penampilannya.
Pada dasarnya , habitat asli Begonia adalah hutan belantara, jadi tanaman ini sudah terbiasa apabila tidak terlalu dirawat. Dalam panas dan air yang cukup pun tanaman ini sudah cukup subur. Menurut Bapak Muhowari, pemilik Ana Flora Nursery di kawasan Graha Bunga, Bintaro, “Begonia akan kering dan hangus daunnya apabila terlalu banyak air, jadi tidak perlu penyiraman yang terlalu sering,” Cukup disiram sehari sekali saja, bayangkan bagaimana mudahnya perawatannya kan, dibandingkan dengan kedua kerabat tanaman hias trend lainnya seperti Anthurium dan Aglaonema, Begonia memang relatif lebih mudah perawatan, tapi tetap tak kalah mempesona.

Eye Catching
Dulu sebelum sepopuler sekarang, Begonia hanya sebagai tanaman semak yang ditanam di tanah mengelilingi rumah, ataupun sebagai tanaman gantung. Namun sekarang, begonia naik kasta. Keberadaanya di teras rumah, diletakkan di dalam pot yang indah dan terlihat ‘eye catching’, Anda bisa pilih jenis Begonia rex, yang berwarna merah lembayung atau keperakan, sudah pasti semua mata akan meliriknya. Biarkan tanaman ini berdiri megah pada pot tanaman yang kokoh, dan diletakan diatas pilar setinggi 50 cm, posisi daunnya akan tepat pada level mata kita. Sehingga dapat dengan puas memandang bentuk daunnya yang berbingkul, mengkerut dan keriting.
Apabila memilih Begonia yang akan diletakkan di pot, mana yang Anda mau, daun yang indah dan eksotik atau bunga yang cantik? Karena jenis yang memiliki corak dan warna daun yang indah belum tentu memiliki bunga yang indah pula, sedangkan yang bunganya sangat indah biasanya mempunyai daun yang biasa saja. Mana yang Anda suka ? Apabila si daun eksotik, silakan pilih jenis : Rex, Two color, Argenea, Rajah, Labirin, Mini Merry,dll. Namun apabila pilihan Anda pada si bunga cantik, pilihannya adalah : Tuber Hybrida, SemperFlorens, Roy Hartly, Picote first love, Lady francis, dan banyak lagi.

Obat Demam dan Penyembuh Luka
Selain keindahan dan keunikan bentuk daunnya, satu lagi keistimewaan Begonia, dapat berkhasiat menyembuhkan luka, demam, dan daunnya dapat mengobati bibir pecah-pecah. Orang yang pernah mencoba khasiatnya adalah Kiar, penduduk sekitar kaki gunung Kelud yang sering mengalami panas dalam dan bibir pecah-pecah. Lalu dia mengambil daun Begonia jenis Popenoci standley atau orang desa menyebutnya cembilung, meremas2nya lalu mengoleskan pada bibir yang pecah-pecah. Resep ini sudah diwariskan secara turun temurun. Selain daunnya, umbi Begonia yang sudah dicuci bersih kemudian tambahkan 300cc air, lalu dihaluskan, air nya dipakai untuk kumur-kumur dipercaya dapat menyembuhkan sakit tenggorokan

Sudah mulai jatuh cinta dengan si cantik dan eksotik ini ? Harga nya pun tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan tanaman hias trend lainnya, untuk Begonia Rex setinggi 15cm-30cm dijual seharga Rp30.000/pot . Begonia yang setinggi >70cm dan berumpun padat, dipatok harga Rp 200.000/pot. Apabila dengan perlakuan yang sama seperti Anthurium, penampilan begonia pun akan terlihat tak kalah mempesona. Segera pilih yang Anda sukai, dijamin akan mempercantik teras rumah Anda.

Tips :
- Begonia tidak menyukai panas matahari langsung.
- Dapat tumbuh subur di tempat yang lembab, tanah berhumus dan teduh.
- Penyiraman yang berlebihan akan mengakibatkan daun nya kering bahkan hangus.
- Begonia biasanya hanya tumbuh kurang dari 1 meter saja, hanya begonia polkadot yang dapat tumbuh lebih dari 1 meter.
- Repotting diperlukan untuk memisahkan rumpun yang telah padat.

INFORMASI
Nama latin : Begonia sp.
Nama Lokal : Begonia
Family : Begoniaceae
Perbanyakan : pemisahan anakan, stek batang, stek daun, umbi dan biji
Tekstur daun : berlilin dan lembut, atau kasar seperti beludru
Perawatan : - pemupukan 2 minggu sekali (pupuk organik/non-organik)
- pemangkasan dilakukan pada daun yang sudah menua dan kering
- repotting 1kali/tahun.
Fungsi desain : Tanaman display dalam pot (indoor dan outdoor), penutup tanah
ditanam dalam jumlah banyak, tanaman gantung.
Daya tarik : Daunnya yang unik dan bunganya yang indah
Tinggi rata2 : 20cm - 60cm , lebar rumpun 40cm – 90 cm







Cantiknya Si Pucuk Merah

Pertama mendengar namanya, orang pasti akan mengira ini adalah tanaman jenis terbaru dari phillodendron atau anthurium, mengingat namanya yang seolah-olah merupakan nama yang tercipta dari tanaman hasil penyilangan. Pucuk merah yang keluar dari bonggol daun tanaman anthurium atau philodendron, alias daun muda yang berwarna menarik.
Kenyataannya, si pucuk merah adalah tanaman perdu yang tidak sepopuler anthurium atau sejenisnya. Bentuk daunnya pun tidak sevariatif tanaman hias populer tadi. Warnanya hijau, bentuknya pun tidak terlalu istimewa, kecil dan memanjang, batangnya kecil, bentuknya sama seperti tanaman perdu pada umumnya .



Yang istimewa dari tanaman ini adalah ujung daun muda yang berwarna orange dan merah. Karenanya ia dinamakan ‘Pucuk merah’. Tunas mudanya yang membuatnya istimewa, sehingga tajuk tanaman ini terlihat merah secara keseluruhan. Tak heran tanaman ini menjadi tanaman peneduh favorit di Singapura dan Malaysia.

Marilah kita berkenalan dengan primadona baru tanaman hias ini,
nama latinnya adalah syzygium oleina, namun saat ini popular dengan nama pucuk merah. Tanaman ini masih termasuk dalam family yang sama dengan tanaman cengkeh, bentuk tajuk dan daunnya menyerupai tanaman cengkeh.
Tanaman yang merupakan kerabat dekat dengan tanaman jambu air ini memerlukan cahaya matahari yang cukup, sehingga tunas mudanya dapat tetap berwarna merah dan sangat mempesona dipandang mata. Adapun cara lain untuk mempertahankan keindahan pucuk merah ini adalah dengan cara dipotes dan dipangkas. Yang bertujuan agar tajuk pohon selalu terlihat merah dan menjaga bentuk tajuk tanaman.

Pemotesan dilakukan 2minggu sekalli. Caranya : pucuk-pucuk daun yang warnanya sudah mulai memudar atau tidak lagi berwarna merah karena menua segera dipetik menggunakan tangan. Yang perlu diperhatikan pemotesan dilakukan tepat pada ruas cabang, sehingga tunas baru dapat segera tumbuh dari ruas yang telah dipotes tersebut. Dan tajuk tanaman kembali terlihat merah.






Selain tunas baru yang selalu muncul, pertumbuhan tunas baru ini pun harus merata sehingga tidak terlihat hanya memerah pada satu sisi saja. Hal ini dapat dilakukan dengan merubah posisi tanaman, yaitu dengan cara memutar tanaman setiap 2 minggu sekali. Dengan demikian semua sisi tanaman dapat terkena sinar matahari secara merata. Kualitas sinar matahari yang terbaik adalah pada saat di pagi hari. Tentu saja hal ini dapat dilakukan dengan mudah apabila ditanam di media pot.


Perawatan tanaman ini juga ditentukan oleh pemangkasan yang dilakukan secara rutin. Bentuk tajuk yang rapi dan dipangkas menyerupai kerucut atau bola akan menambah indah tanaman ini. Pemangkasan dapat dilakukan 2-3bulan sekali, tapi apabila pertumbuhannya lebih cepat dari itu, pemangkasan harus segera dilakukan demi untuk mempertahankan bentuk tajuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan, dan tajuk juga akan tumbuh lebih rapat, tunas merah akan lebih banyak terlihat, sudah jelas tanaman akan lebih indah dipandang mata.
Perawatan lain yang tak kalah pentingnya adalah pemupukan, pemberian pupuk dilakukan 2-3 bulan sekali, dapat dilakukan bersamaan dengan pemangkasan.

Tunggu apalagi, segera hiasi taman anda dengan pucuk merah, sehingga memberikan warna tersendiri pada taman Anda.

Tips :
- Pucuk merah dapat ditanam sebagai border/pembatas ataupun jalur hijau, sebagai pengarah jalan dan peneduh.
- Dapat pula ditanam di pot, sebagai bagian dari potscape, dengan bentuk tajuk kerucut, diletakan sebagai back ground bagi tanaman berbunga dalam pot.
- Ditanam sebagai focal point dalam sebuah taman bertema tropis, sebagai pusat perhatian diletakkan di salah satu titik pandang dalam taman.
- Apabila tertarik untuk membeli tanaman ini, dapat dipilih yang sudah dibentuk kerucut dan banyak tunas mudanya, tinggi tidak lebih dari 1 m saja, sehingga akan terlihat lebih indah

Nama latin : syzygium oleina
Nama Lokal : pucuk merah
Famili : Myrtaceae
Perbanyakan : Stek batang
Perawatan : -pemotesan 2minggu sekali
-pemangkasan 2-3bln sekali
-pemupukan dengan NPK 2-3bln sekali
Media tanam : Tanah kompos dan sekam
Fungsi : * Border
* tanaman hias dalam pot
* focal point
* tanaman pengarah dan peneduh
Tinggi rata-rata : 50 cm – 2 m
Daya tarik : tunas muda berwarna orange dan merah
Keterangan : - memerlukan cahaya matahari penuh


- kebutuhan air sedang
- termasuk jenis tanaman ever green